Langsung ke konten utama

Kapal Penyusup Canggih buatan Pondok Labu

Mau melihat sebuah kapal cepat yang bisa bergerak di atas dan di bawah permukaan air? Silahkan datang ke Pameran Jakarta International Defence Dialoque (JIDD) di JC, Senayan, Jakarta Pusat. Kapal yang dibuat TNI AL tersebut di pajang di sana.

Pameran digelar mulai kemarin hingga Tgl 25 Maret 2011. Acara ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dgn seluruh Kementerian Pertahanan dan beberapa negara undangan.

Sejumlah produk militer Tanah Air pun dipajang. Mulai dari senjata buatan PINDAD, teknologi jaringan keamanan, hingga produk-produk hasil pengembangan TNI.

Khusus hasil pengembangan TNI AL, ada kapal penyusup bernama Sub Skimmer. Kapal kecil terinspirasi dari produk Inggris diklaim sebagai produk yang bisa berfungsi untuk operasi senyap.

Kelebihannya bisa berjalan diatas air dan menyelam. Ada engine untuk diatas dan motor transfer untuk di bawah air. ini di buat di Pondok Labu, pusat Litbang TNI AL. Kapal cepat ini di design dengan perendam khusus agar tak terdeteksi musuh. Kecepatannya bisa mencapai 25 knot diatas permukaan air, sementara saat menyelam mampu melaju hingga 4 knot.

Kapal ini telah diuji coba hingga 3 kali, ternyata lebih stabil dari produk Inggris. Dan kapal ini bisa menampung 6 orang pasukan khusus, dengan peralatan penunjang seperti alatselam dan tabung oksigen.

Saat ini biaya produksi per unit hingga Rp. 2.5 - 3 miliar, dan masih di sempurnakan yang nantinya akan di buat secara massif untuk di gunakan pasukan kita.


Bravo TNI kami menunggu karya Dasyat lainnya


sumber detikNews by Rachmadin Ismail



Komentar

Anonim mengatakan…
Lihat juga Sub Skimmer dan videonya di http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/12/20/sub-skimmer-speedboad-tempur-yang-dapat-menyelam-karya-tni-dan-diminati-singapura/
merahputih mengatakan…
Thanks Gan... utk info yg lbh lengkap dan sdh berkunjung, sukses dan Jayalah Merah putihku boleh ambil referensi dari IP

Postingan populer dari blog ini

Telkom 3S, Mendayakan Angkasa Satelit Komunikasi Indonesia

Satelit Telkom 3S sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis, Rabu (15/2/2016) pagi waktu Jakarta.
Satelit ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.
Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.
Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi.
Telkom 3S adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik PT Telekomunik…

'Heboh' menanti kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Lahir: 31 Desember 1935 (81 tahun), Riyadh, Arab Saudi
Pendidikan: Princes' School
Pasangan: Sultana Bint Turki AlSudiari
Anak: Muhammad bin Salman Alu Saud,
Saudara kandung: Abdullah dari Arab Saudi,
Keturunan Kerajaan: Wangsa Saud

Raja Salman akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Maret, kemudian berlibur Bali pada tanggal 5 hingga 9 Maret.
Selama di Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan berencana menginap Hotel Rafless. Hotel bintang lima ini berada di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan kedatangan Raja Salman sangat bersejarah. Sebab, ini kunjungan Raja Arab Saudi setelah 47 tahun ke Indonesia, terakhir Raja Arab datang ke negeri ini pada tahun 1970.
"K…

Ekspor Lintah Hingga ke China

Terkadang kita tidak jeli dalam melihat peluang di sekitar kita, lain halnya dengan Midin Muhidin pengusaha dari Depok, justru memanfaatkan Lintah yang buat sebagian besar Jijik justru membawa berkah dan rezeki hingga ratusan juta per bulannya.
Berawal dengan melihat terapi lintah utk kesehatan, Midin berkenyakinan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus, maka didirikan CV. Entha Farm di lahan milik saudaranya untuk membudidayakan lintah.
Dalam upaya mendukung usahanya Midin mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi secara ortodidak dari bermacam-macam referensi, sampai menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit seperti Diabetes dan stroke. Karna darah kotor akan dihisap lintah dan akan mengeluarkan semacam zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak memerlukan lahan yang luas, biaya cukup murah. Bak ukuran 2x3 bisa menampung hingga 1000 ekor hanya dengan me…