Langsung ke konten utama

Wow....Milyader AS asal Indonesia

Sehat Sutardja,
CEO Marvell Technology

Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia, Erwin Aksa merasa terinspirasi sejumlah pengusaha Indonesia yang berada di Amerika Serika. Salah satu pengusaha kelahiran Indonesia itu berhasil membangun Imperium Bisnis di AS hingga beromzet puluhan triliun rupiah.

Beliau adalah Sehat Sutardja. Dia salah satu pendiri Marvell Technology Group Ltd, perusahaan yang memproduksi semi konduktor di Lembah Silikon, California, Amerika Serikat. Posisinya saat ini menjadi presiden dan kepala eksekutif korporat (CEO) perusahan itu.

Laki-laki kelahiran Jakarta 49 tahun silam ini di anggap sebagai salah satu pelopor zaman semikonduktor modern. Terobosannya telah banyak mengubah industri elektronik. Chip yang dulunya hanya menyimpan data, kini berubah menjadi chip berkinerja tinggi. Chip dengan daya rendah ini, tengah menguasai pasar global untuk perangkat komputasi mobile dan perangkat komunikasi telpon.

Semangatnya di dunia Elektronik di mulai sejak kecil. Pada usia 13, dia telah menjadi tehnisi radio bersertifikat dan berhasil merancang komponen dan sistem radio.
Semangat inovasi tiada henti, telah memberikan 150 paten. Kini namanya tercatat sebagai anggota di Institut Listrik dan Elektronik (IEEE), organisasi profesi nirlaba yang beranggotakan para ahli telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika. Pada tahun 2006, Silicon Valley Intellectual Property Law Association mengakui Sutardja sebagai Investor of the Year.

Sutardja mendapat Master of Science dan gelar PhD dalam bidang Tehnik Elektro dan Ilmu Komputer dari University of California, Berkeley. Ia menerima gelar Bachelor of Science di bidang Electrical Engineering dari Iowa State.
Pada tahun 2007, Forbes menempatkan dia sebagai orang terkaya Dunia ke 891. Kekayaan dia saat itu sebesar US$1 miliar, atau sekitar Rp.9 triliun.

Bravo Anak Indonesia

sumber VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telkom 3S, Mendayakan Angkasa Satelit Komunikasi Indonesia

Satelit Telkom 3S sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis, Rabu (15/2/2016) pagi waktu Jakarta.
Satelit ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.
Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.
Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi.
Telkom 3S adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik PT Telekomunik…

'Heboh' menanti kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Lahir: 31 Desember 1935 (81 tahun), Riyadh, Arab Saudi
Pendidikan: Princes' School
Pasangan: Sultana Bint Turki AlSudiari
Anak: Muhammad bin Salman Alu Saud,
Saudara kandung: Abdullah dari Arab Saudi,
Keturunan Kerajaan: Wangsa Saud

Raja Salman akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Maret, kemudian berlibur Bali pada tanggal 5 hingga 9 Maret.
Selama di Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan berencana menginap Hotel Rafless. Hotel bintang lima ini berada di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan kedatangan Raja Salman sangat bersejarah. Sebab, ini kunjungan Raja Arab Saudi setelah 47 tahun ke Indonesia, terakhir Raja Arab datang ke negeri ini pada tahun 1970.
"K…

Ekspor Lintah Hingga ke China

Terkadang kita tidak jeli dalam melihat peluang di sekitar kita, lain halnya dengan Midin Muhidin pengusaha dari Depok, justru memanfaatkan Lintah yang buat sebagian besar Jijik justru membawa berkah dan rezeki hingga ratusan juta per bulannya.
Berawal dengan melihat terapi lintah utk kesehatan, Midin berkenyakinan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus, maka didirikan CV. Entha Farm di lahan milik saudaranya untuk membudidayakan lintah.
Dalam upaya mendukung usahanya Midin mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi secara ortodidak dari bermacam-macam referensi, sampai menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit seperti Diabetes dan stroke. Karna darah kotor akan dihisap lintah dan akan mengeluarkan semacam zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak memerlukan lahan yang luas, biaya cukup murah. Bak ukuran 2x3 bisa menampung hingga 1000 ekor hanya dengan me…