Langsung ke konten utama

Rumah Petani INDONESIA



Kenyataan Pahit si PETANI INDONESIA

MISKIN, ga mungkin Kaya ini slogan yang sangat melekat di Petani Indonesia Umumnya, kenapa... bayangkan saat musim Tanam seperti ini Pupuk Langkah akibatnya MAHAL dan celakanya saat menunggu Panen... Petani kebanyakan sudah kehabisan Gabah dan Naiklah si harga BERAS itu, begitu Panen pastinya Harga Gabah TURUN!!! Lalu ini salah siapa?? Bahkan ini terjadi hampir seumur Penulis.....

Bayangkan Negara lain yang mempunyai Tanah tidak seluas Bumi Pertiwi ini mereka sangat sukses Pertaniannya, bajak sawah / ladang dengan Traktor.... kita maaf masih nyangkul.... paling banter sekarang dengan Traktor Mini yang hanya dimiliki segelintir Petani.  Lalu kapan kita bisa lebih baik dan nantinya bisa Membanggakan kalau statusnya Anak Petani / Petani Pengusaha dari Lampung / Petani Sukses Sum-Sel... 

Akhirnya beberapa anak muda mencoba bagaimana sistem pemupukan yang Baik dan Hemat, dengan Pengelolaan yang Tepat Guna dan Tepat Sasaran juga Tepat Waktu bener-bener bisa membantu Petani keluar dari Zona tidak nyaman menjadi Pertanian yang di idamkan.
Berbekal Pupuk Organik mulailah ber Grirya dan Hijrah ke Sumatera khususnya Lampung yang dekat Jakarta tapi mempunyai Lahan Pertanian yang Luas sehingga nantinya di harapkan menjadi Magnet untuk seluruh Pertanian Sumatera awalnya.

Dengan perjuangan Berat untuk menyakinkan Petani memakai Pupuk Organik dan mulai meninggalkan Kimia atau mengurangi Pemakaian Pupuk kimia, juga bagaimana memulai Back to Nature Alam bumi Indonesia sehingga TIDAK mewariskan Tanah korban KIMIA ke anak cucu kita... atau meracuni anak cucu
kita tanpa kita sadari lewat pemakaian pupuk kimia berlebihan.

Sebagai wajah kami menggunakan logo RPI atau Rumah Petani Indonesia dengan Harapan ke Depan nya ini bisa terwujud bersama Petani Indonesia dan menjadi Wadah Petani untuk saling Berbagi dan saling men Dukung sehingga menjadi Satu kesatuan yang Kuat dan ber manfaat.

Sejak RPI mulai dikenal Masyarakat dan Pupuk
Organik kami (AIG) ADLE INDO Green meluas di aplikasikan Petani , kami membentuk RPI yang Permanen sehingga Petani Yakin dan Percaya serta bisa Membuktikan kehadiran kami dan menjadi tempat Silahturahmi.                                        Untuk tempat berdirinya RPI, kami sangat mengutamakan yang sudah memasarkan Pupuk Organik AIG serta PEDULI dengan per masalahan petani dari Hulu ke Hilir. Sehingga Petani selain memakai Pupuk Organik juga mendapatkan Solusi me Maksimalkan Hasil Panen dan Pemasaran Hasil panen yang Bagus TANPA menambah Biaya Tanam lagi.

Pupuk Organik AIG yang di RPI ada 9 Varian meliputi : AIG untuk segala tanaman sampai tanaman Keras lalu ada Penggemukan Sapi, Ayam juga Penetralisir Limbah, Platinum, Ayam Pedaging juga Petelur dan Composer. Semua ini tidak di jual di toko hanya bisa di dapatkan di RPI atau ke kantor Pusat AIG di Lampung. Semua ini demi menjaga kestabilan harga juga harga yang Tetap sampai ke petani di seluruh Indonesia. Hingga saat ini semua Varian produk sudah ada Hasil Aplikasinya sehingga kami Tidak Demplot lagi ke Petani.

Itulah sklumit kepedulian akan Petani, ayooo bangkit Petani Indonesia dan kami juga sangat ber terima-kasih buat Pemda Lampung yang mencanangkan Lampung sebagai Lumbung Pangan dan Daging se Indonesia.
RPI sangat menyadari ini bukan Hal yang MUDAH tapi bukan Mustahil kalau kita semua menyadari dan mendukung secara bersama-sama mengelolanya.
Kunci kami RPI selalu menjadi tempat Silahturahmi kami dengan seluruh pelosok Petani bahkan saat sekarang dengan Trend Indonesia berkebun seakan-akan membuka Wawasan bahwa Berkebun dengan lahan Terbataspun andai di kelola dengan baik akan menjadi sumber Penghasilan Alternatif.
Kelompok kami sudah mulai dengan 1000 Polybag kembang Kol, Cabe, Tomat yang mana semua hanya di letakan di pekarangan rumah saja...
Tertarik?... silahkan follow @RPI_Pusat dan contact ke CS AIG : 081379678310

Akhir kata Mari kita bersama-sama bangun Pertanian Indonesia seperti slogan kami " Mandirikan Petani se Indonesia Thn 2014 dengan PUPUK ADLE INDO GREEN di mulai dari Propinsi Lampung " tanpa bermaksud mengecilkan Propinsi lainnya.
Kami sangat yakin bisa terwujud apabila Petani sudah memakai Aplikasi Pupuk Organik AIG maka setiap musin Tanam akan Menghemat Pupuk KIMIA hingga 50% dan Pertambahan Hasil Panen Minimal 30% dan Pastinya lagi TIDAK menambah MODAL Tanam.
Bravoname='keywords'/> Petani Indonesia... 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telkom 3S, Mendayakan Angkasa Satelit Komunikasi Indonesia

Satelit Telkom 3S sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis, Rabu (15/2/2016) pagi waktu Jakarta.
Satelit ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.
Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.
Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi.
Telkom 3S adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik PT Telekomunik…

'Heboh' menanti kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Lahir: 31 Desember 1935 (81 tahun), Riyadh, Arab Saudi
Pendidikan: Princes' School
Pasangan: Sultana Bint Turki AlSudiari
Anak: Muhammad bin Salman Alu Saud,
Saudara kandung: Abdullah dari Arab Saudi,
Keturunan Kerajaan: Wangsa Saud

Raja Salman akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Maret, kemudian berlibur Bali pada tanggal 5 hingga 9 Maret.
Selama di Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan berencana menginap Hotel Rafless. Hotel bintang lima ini berada di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan kedatangan Raja Salman sangat bersejarah. Sebab, ini kunjungan Raja Arab Saudi setelah 47 tahun ke Indonesia, terakhir Raja Arab datang ke negeri ini pada tahun 1970.
"K…

Ekspor Lintah Hingga ke China

Terkadang kita tidak jeli dalam melihat peluang di sekitar kita, lain halnya dengan Midin Muhidin pengusaha dari Depok, justru memanfaatkan Lintah yang buat sebagian besar Jijik justru membawa berkah dan rezeki hingga ratusan juta per bulannya.
Berawal dengan melihat terapi lintah utk kesehatan, Midin berkenyakinan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus, maka didirikan CV. Entha Farm di lahan milik saudaranya untuk membudidayakan lintah.
Dalam upaya mendukung usahanya Midin mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi secara ortodidak dari bermacam-macam referensi, sampai menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit seperti Diabetes dan stroke. Karna darah kotor akan dihisap lintah dan akan mengeluarkan semacam zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak memerlukan lahan yang luas, biaya cukup murah. Bak ukuran 2x3 bisa menampung hingga 1000 ekor hanya dengan me…