Langsung ke konten utama

CAKRA BIMASAKTI Indonesia (1)

Serial Mimpi Indonesia
     
Ini Angan -angan Penulis dimana ingin mempunyai suatu Sistem deteksi awal atau payung NKRI yang sepandan dengan Negara-negara Adidaya. Setelah mengikuti Blog Indonesia Pround dan Blog Indonesia  Berprestasi, Penulis coba gabungkan semua hasil penelitian atau Penenmuan anak bangsa ini menjadi satu kesatuan dan di Presentasikan sebagai Cakra Bimasakti Indonesia sebuah wawasan tercanggih yang melindungin Udara, laut, Tanah dari Sabang sampai Merauke, hasil murni anak bangsa.

Gagasan inipun hanya bisa Terwujud tanpa ada embel-embel POLITIK, harus Bhinneka Tunggal Ika yaitu seluruh Personilnya Harus Warga Negara Indonesia yang terseleksi dari Sabang sampai Merauke dengan Idealisme tinggi. Ada istilah kalau Dada ini bisa di belah dan dilihat pasti di dalamnya terpampang Merah putih, tanpa keraguan yaitu ber Tanah Air, Bangsa dan Bahasa Indonesia. 

Pro Kontra pasti ada dengan pemikiran ini dan tidak hanya semata-mata untuk keperluan militer saja, di SIPIL kita bisa memanfaatkan Tehnologi Pencitraan lewat Satelit memantau Kekayaan yang terkandung di BUMI juga Laut kita.
Jangan semua Exploitasi dilakukan oleh Asing dan kita hanya kebagian share/bagian yang dikit tapi saatnya kita Bangun / Bangkit menggali.. memanfaatkan seluruh isi Harta yang terkandung di Bumi dan Laut NKRI sepenuhnya buat kemakmuran Bangsa.  

Pertama-tama ini di mudahkan karna kita mempunyai Satelit Palapa 1-2 
lalu dengan Pengalaman bertahun-tahun mengoperasikan satelit Palapa 
di pastikan  kita sudah menguasai Tehnologi walau belum bisa membuatnya sendiri ( itu ga penting sementara). ke depannya nanti kita bisa memiliki Satelit Produksi Indonesia
Edisi awal ini Penulis akan memberikan awal di bentuknya Cakra Bimasakti Indonesia dari pemilihan wilayah dengan komponen penunjang nya semua Murni temuan Anak Bangsa.

Awalnya bagaimana kita memilih Tempat Strategis yang Aman dari bencana dan dekat Air/laut karena kita Negara Maritim/kepulauan dan sebagian Penunjang juga memerlukan air sebagai Bahan Utamanya. Ini bisa memanfaatkan Portal Pemetaan Interaktif Pertama di Dunia 
yang dimiliki Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Peta Gempa Secanggih Jepang  yang kita punya tinggal Pembangunan Gedung tsb kita sudah cukup lihai dengan bahan Hasil Temuan Bata tahan gempa dan Design di lombakan ke anak SMK - Mahasiswa - Profesional dan Umum sehingga betul-betul Indonesia warnannya. 


Langkah ke Dua dan seterusnya adalah :
1.Menentukan satu Team dengan Pimpinan Project yang ber Kompeten dan ber Visi Misi menginginkan Cakra Bimasakti terwujud tanpa angling-angling lainnya murni untuk Bumi Pertiwi. 
2. Perangkat awal di Wawasan Cakra Bimasakti yaitu : Mutlak Adanya Cyber Security Center yang akan memproteksi seluruh kegiatan & Data Informasi dari pihak Luar ( ini juga sdh di kembangkan ITB)
3. Seluruh Komputer/Laptop Personil sampai ke Software bisa manfaatkan buatan anak Bangsa kecuali khusus pengolahan data masih harus di order ke Negara Adikuasa dan di rangkai seluruhnya oleh kita.
4. Sumber daya Listrik bisa dari Temuan mengubah Urin jadi Listrik, atau Temuan anak ITS Operasikan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Sampah ini tentu sangat membantu dalam Hal Anggaran sedangkan Pompa Turbin untuk Pembangkit Listrik Buatan Indonesia kemampuannya termasuk pompa generasi terbaru berbasis teknologi tinggi dengan ini masalah Power/ Listrik bisa diatasi.
5. Wawasan ini harus Go Green sehingga tidak merusak lingkungan dan tidak terdeteksi  pihak lain, Air minum menggunakan Hasil pengolahan Air Asin Layak Konsumsi, Penerangan jalan otomatis temuan anak ITB, sampai Aplikasi Toilet Pinter buatan anak bangsa pula.
6. Kendaraan dalam wawasan semua menggunakan Mobil Listrik Rendah Emisi 
Temuan anak UGM dan Sepeda listrik buatan anak Negeri
7. Dalam beberapa pekerjaan kita bisa memmanfaat kan Robot Unikom  atau juga Robot hasil Temuan anak SMK yang sudah sering memenangkan Kompetisi tingkat International
8. Dengan Wawasan Cakra Bimasakti yang dekat dengan Air maka transportasi cepat keluar masuk kawasan yang Tepat, Cepat adalah Kapal Cepat Rudal Karya Anak Bangsa sangat Fanstastis.
9. Pengamanan Wilayah ini kita bisa menggunakan senjata - senjata TNI buatan anak bangsa dari Kapal cepat, Tank, senjata serbu, dll atau Pesawat tanpa awak, peluru Kendali yang semua terintegrasikan dalam sistem warning Cakra Bimasakti...
10. Hendaknya tidak ada Publikasi terkait kegiatan dan kelangsungan Areal ini demi kenyamanan team yang bekerja dan supaya tidak banyak Pihak yang TIDAK berkepentingan ikut obok-obok dan membuat program jadi kacau-balau (Indonesia banget) yang penting Rakyat NKRI ber Bangga dan bisa nikmatin hasilnya.

Sebagai penutup Bgn (1) ini Penulis sangat ingin mengajak semua pihak yang sudah membaca, juga tertarik utk share yuuk ramai-ramai kita kumpulkan bahan mewujudkan Cakra Bimasakti walau baru sekedar MIMPI, tapi tanpa Mimpi suatu Bangsa tidak pernah akan Besar seperti Amerika pada awalnya ber Mimpi ke Bulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telkom 3S, Mendayakan Angkasa Satelit Komunikasi Indonesia

Satelit Telkom 3S sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis, Rabu (15/2/2016) pagi waktu Jakarta.
Satelit ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.
Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.
Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi.
Telkom 3S adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik PT Telekomunik…

'Heboh' menanti kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Lahir: 31 Desember 1935 (81 tahun), Riyadh, Arab Saudi
Pendidikan: Princes' School
Pasangan: Sultana Bint Turki AlSudiari
Anak: Muhammad bin Salman Alu Saud,
Saudara kandung: Abdullah dari Arab Saudi,
Keturunan Kerajaan: Wangsa Saud

Raja Salman akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Maret, kemudian berlibur Bali pada tanggal 5 hingga 9 Maret.
Selama di Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan berencana menginap Hotel Rafless. Hotel bintang lima ini berada di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan kedatangan Raja Salman sangat bersejarah. Sebab, ini kunjungan Raja Arab Saudi setelah 47 tahun ke Indonesia, terakhir Raja Arab datang ke negeri ini pada tahun 1970.
"K…

Ekspor Lintah Hingga ke China

Terkadang kita tidak jeli dalam melihat peluang di sekitar kita, lain halnya dengan Midin Muhidin pengusaha dari Depok, justru memanfaatkan Lintah yang buat sebagian besar Jijik justru membawa berkah dan rezeki hingga ratusan juta per bulannya.
Berawal dengan melihat terapi lintah utk kesehatan, Midin berkenyakinan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus, maka didirikan CV. Entha Farm di lahan milik saudaranya untuk membudidayakan lintah.
Dalam upaya mendukung usahanya Midin mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi secara ortodidak dari bermacam-macam referensi, sampai menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit seperti Diabetes dan stroke. Karna darah kotor akan dihisap lintah dan akan mengeluarkan semacam zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak memerlukan lahan yang luas, biaya cukup murah. Bak ukuran 2x3 bisa menampung hingga 1000 ekor hanya dengan me…