Langsung ke konten utama

Timnas Indonesia siap bertarung di Sea Games mendatang !!

suara kecil tergugah :
Indonesia Raya sepantasnya ber kumandang di SEA Games....

( sumber photo.okezone.com )

Saya bukanlah siapa-siapa hanya karna rasa Nasionalisme dalam hati ini sehingga setiap ada pertandingan yang mewakili Merah Putih slalu saya ikutin dan berharap MENANG !!

Pertandingan sepak bola yang mewakili PSSI pun menjadi Favourit tapi sayangnya semakin hari bayangan untuk JUARA pun sepertinya tidak terbayang baik dalam lingkup ASEAN apalagi Asia Tenggara... pedih memang tapi itulah kenyataannya.
Bayangkan dengan 200 juta lebih penduduk Indonesia untuk dapatkan satu kesebelasan bola tangguh aja tidak ada ???

Jeritan dan Pekikan hati sudah tidak terdengar pelan...pelan hilang bersama Pudarnya Prestasi...

Tapi SEKARANG dengan Team asuhan pelatih (Alfred Riedl) dan semua pihak yang mendukung ke beradaan Team ini menjawab kegalauan selama ini.. belum tuntas memang tapi paling tidak bangsa INDONESIA sudah bisa me MERAH kan stadion Bung Karno yang sudah lama terlelap dalam kesunyian berkumandangnya lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA.

Satu Hal lagi tidak di pungkiri kemenangan 2 kali atas Philipina telah menbangunkan rasa NASIONALISME dan Patriotisme apalagi ini di awali seorang pemain Naturalisme :
Christian Gonzales sang El Loco dengan kisahnya....



















Di awali sebagai Pemain Persib kemudian di pilih masuk Timnas El Loco berhasil bangkit dan sukses mencetak gol kemenangan bagi tuan rumah Indonesia lawan Philipina (leg 2).
El Loco akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-43. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal dijangkau Etheridge. Gol ini membawa Indonesia unggul atas Filipina sekaligus memastikan satu tiket ke final.
El Loco telah mengoleksi tiga gol di Piala AFF 2010. Dua gol disarangkannya ke gawang Filipina selama babak semifinal. Sedangkan gol lainnya dicetak saat Indonesia membantai Malaysia 5-1 di penyisihan Grup A.
Perjuangannya menjadi Warga negara Indonesia boleh di acungkan Jempol.... begitu banyak penderitaan,cobaan serta rintangan tapi keputusan dan keyakinannya untuk ikut mensukseskan Timnas yang terpuruk saat menjamu pasukan Uruguay.
Kuncinya satu, El Loco sudah menyatuh dengan Indonesia dan bangga menjadi Indonesia maka inilah persembahan utk ibu Negeri ini..

Hingga saat ini tidak terbersit untuk menonjolkan diri walaupun sebagai penentu kemenangan Timnas menuju Final... selalu semua di katakan ini hasil kerja sama Tim....
inilah soso El Loco Christian Gonzales.... kami yakin kamu BISA !!!

Sosok ke 2 yang di utarakan penulis adalah Kapten kesebelasan Timnas Firman Utina yang juga dengan Cedera lutut yang dialami oleh kapten timnas Indonesia Firman Utina tidak menyurutkannya tampil di semifinal kedua Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Saya memang merasakan sakit. Tapi saya tahu kondisi saya. Saya katakan kepada pelatih (Alfred Riedl), kalau saya siap diturunkan," kata Firman dalam keterangan persnya.

Pemain Sriwijaya FC berusia 29 tahun itu dalam laga semifinal menghadapi Filipina menjadi penggerak serangan Tim Merah Putih. Meski masih mengalami sakit, ia tetap bermain sepanjang 90 menit.

Memang ada beberapa pemain yang sangat berandil dalam memenangkan ticket menuju Final... tapi penulis melihat ada nilai lebih dari ke dua Pemain ini.. dalam membangkitkan rasa Nasionalisme yang makin redup dan redup
Catatan penulis memilih ke 2 pemain ini karna rasa Nasionalisme mereka mengalahkan rasa sakit... penderitaan... demi kejayaan Merah Putih.
Sosok seperti ini sudah sangat langkah di bumi Pertiwi ini apalagi kita banyak di sorotkan dengan berbagai Hal yang harusnya tidak perlu ada...

Tapi bagaimana pun Timnas Indonesia dengan Garuda di Dadaku telah menjadi satu TETES Air penyeyuk rasa Nasionalisme dan ke Banggaan sebagai warga negara Indonesia yang kian terpuruk di kancah Asia dan Dunia.
Hari ini kami berani berkata " Pasti Menang" untuk Bangkit dan membusungkan Dada bahwa kami bangsa Indonesia yang SIAP bertarung di kancah DUNIA

Jayalah Merah Putih



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telkom 3S, Mendayakan Angkasa Satelit Komunikasi Indonesia

Satelit Telkom 3S sukses diluncurkan dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis, Rabu (15/2/2016) pagi waktu Jakarta.
Satelit ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.
Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.
Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi.
Telkom 3S adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik PT Telekomunik…

'Heboh' menanti kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎

Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah Raja Arab Saudi ketujuh, Penjaga Dua Kota Suci, dan pemimpin Wangsa Saud saat ini. Ia menjabat sebagai wakil gubernur dan kemudian Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 sampai 2011.

Lahir: 31 Desember 1935 (81 tahun), Riyadh, Arab Saudi
Pendidikan: Princes' School
Pasangan: Sultana Bint Turki AlSudiari
Anak: Muhammad bin Salman Alu Saud,
Saudara kandung: Abdullah dari Arab Saudi,
Keturunan Kerajaan: Wangsa Saud

Raja Salman akan berada di Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Maret, kemudian berlibur Bali pada tanggal 5 hingga 9 Maret.
Selama di Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, dan rombongan berencana menginap Hotel Rafless. Hotel bintang lima ini berada di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta Selatan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan kedatangan Raja Salman sangat bersejarah. Sebab, ini kunjungan Raja Arab Saudi setelah 47 tahun ke Indonesia, terakhir Raja Arab datang ke negeri ini pada tahun 1970.
"K…

Ekspor Lintah Hingga ke China

Terkadang kita tidak jeli dalam melihat peluang di sekitar kita, lain halnya dengan Midin Muhidin pengusaha dari Depok, justru memanfaatkan Lintah yang buat sebagian besar Jijik justru membawa berkah dan rezeki hingga ratusan juta per bulannya.
Berawal dengan melihat terapi lintah utk kesehatan, Midin berkenyakinan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat bagus, maka didirikan CV. Entha Farm di lahan milik saudaranya untuk membudidayakan lintah.
Dalam upaya mendukung usahanya Midin mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi secara ortodidak dari bermacam-macam referensi, sampai menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit seperti Diabetes dan stroke. Karna darah kotor akan dihisap lintah dan akan mengeluarkan semacam zat hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak memerlukan lahan yang luas, biaya cukup murah. Bak ukuran 2x3 bisa menampung hingga 1000 ekor hanya dengan me…